Khutbah Jum'at di Masjid Annur (01/08/2014)
Marilah kita senantiasa menjadi hamba Allah yang bertaqwa, yaitu menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Setelah kita melewati bulan ramadhan yang penuh berkah dan didalamnya terdapat amalan – amalan yang merupakan ciri khas dari bulan ramadhan yaitu sholat tarawih atau sholat malam, tadarrus Al – Qur’an dan lain – lain, yang dalam menjalaninya harus dilandasi dengan keikhlasan. Amalan – amalan tersebut merupakan latihan bagi kita untuk menjadi orang yang bertaqwa. Pengertian taqwa menurut bahasa adalah menjaga diri dari hal – hal yang tidak diinginkan. Sedangkan pengertian taqwa terhadap Allah menurut para ulama’ adalah menjaga diri dari apa saja yang dapat memancing murka atau kebencian Allah yaitu dengan cara menjalankan segala perintahnya serta menjauhi segala larangannya.
Semua perintah – perintah yang ada di bulan ramadhan bermuara pada satu tujuan, yaitu menjadi orang yang bertaqwa. Yang harus kita lakukan sebagai orang – orang yang beriman selepas bulan ramadhan adalah menjaga nilai – nilai kebaikan yang tumbuh dan yang sudah kita tanamkan di bulan ramadhan. Salah satu cara yang simpel untuk menjaga ketaqwaan tersebut adalah meembiasakan dan menerapkan nilai – nilai tersebut walaupun bulan ramadhan sudah selesai. Kecenderungan kita sebagai manusia adalah setelah selesai ramadhan, maka selesai pula nilai kebaikan dan ketaqwaan yang telah kita dapatkan di bulan ramadhan. Kebiasaan baik yang harus kita laksanakan walaupun tidak di bulan ramadhan adalah tadarrus Al – Qur’an.
Membaca Al – Qur’an tidak perlu di masjid dan juga tidak perlu memakai pengeras suara, yang penting dilandasi dengan keikhlasan serta istiqomah. Begitu pula dengan membiasakan puasa sunnah, seperti puasa 6 hari setelah hari raya Idul Fitri. Menurut salah satu hadits rasulullah, bahwasanya jika kita puasa penuh 30 hari pada bulan ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa 6 hari pada bulan syawal, maka seolah – olah kita telah melaksanakan puasa selama 1 tahun. Hitungan kasarnya begini, Allah melipatgandakan pahala di bulan ramadhan menjadi 10 kali lipat. Kemudian jumlah hari pada bulan ramadhan adalah 30 lalu dikali 10 menjadi 300. Selanjutnya ditambahkan dengan 60 menjadi 360, sama dengan jumlah hari selama 1 tahun. Namun itu hanyalah sebatas ilmu matematis, jadi mungkin lebih dari angka – angka di atas. Karena Allah lebih bijaksana masalah ibadah puasa.
Kebiasaan lain yang harus kita lanjutkan adalah sholat malam atau sholat tahajjud. Rasulullah ketika sholat malam jumlah rakaatnya berjumlah tidak lebih dari 11 rakaat, menurut siti Aisyah istri beliau ketika ditanya masalah sholat malamnya rasulullah. Yaitu rasulullah dalam melaksanakan sholat malam tidak lebih dari 11 rakaat, baik ketika di malam bulan ramadhan ataupun pada malam setelah ramadhan, tetapi jangan tanyakan kualitas sholat beliau. Untuk mengatasi masalah tidak bisa bangun pada sepertiga malam terakhir, maka boleh melaksanakan sholat malam setelah sholat isya’ seperti pada bulan ramadhan. Dengan melaksanakan hal – hal tersebut, dapat menjaga nilai – nilai ketaqwaan yang kita miliki agar tidak luntur walaupun bulan ramadhan sudah selesai. Setelah kita melewati bulan ramadhan hendaknya kita bersyukur kepada Allah yaitu dengan membaca kalimat hamdalah, selain itu juga harus dibuktikan dengan menjalankan perintah Allah serta menjauhi segala larangannya. 2 hal tersebut persis seperti sifat dari taqwa yaitu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.
Khutbah : Drs. H. Agus Salim Sy.
0 komentar:
Post a Comment