Khutbah Jum'at di Masjid Annur (13/06/2014)


Jika kita disenangi oleh seseorang seperti teman, tetangga dan lainnya, maka hati kita akan menjadi tenang. Dan harusnya lebih senang lagi kalau misalnya yang menyenangi dan mencintai kita adalah yang menciptakan kita sendiri yaitu Allah SWT. maka hati kita akan lebih puas dan lebih senang dari pada sebelumnya. Jika kita ingin Allah suka terhadap kita, maka kita harus berusaha agar Allah menyukai kita. Untuk itu kita harus tahu perbuatan atau amalan apa saja yang membuat Allah menyukai dan mencintai kita.

Yang pertama, Allah suka kepada orang yang gemar berinfaq dengan didasari rasa keikhlasan di hatinya. Yang dimaksud disini adalah harta yang diperoleh setiap harinya selain untuk dirinya sendiri dan keluarganya, juga untuk membantu fakir miskin dan juga tentunya untuk infaq di jalan Allah. Lebih khusus lagi yaitu berbuat ikhsan (berbuat kebaikan – kebaikan secara terus menerus). Allah memerintahkan kita untuk berbuat ikhsan yang seimbang yaitu kita berbuat kebaikan kepada Allah sebanding dengan kebaikan yang diberikan Allah kepada kita seperti kesehatan, rizqi, dan lain sebagainya. Tentunya kita tidak akan bisa menyamai ikhsannya Allah kepada kita. Namun kita harus berusaha setidaknya agar kebaikan kita sebanding dengan kebaikan Allah kepada kita.

Dan yang kedua adalah berbuat Adil. Secara sederhana, definisi adil adalah menempatkan sesuatu kepada tempatnya. Adil biasanya identik dengan kepemimpinan dan keadilan. Dan pemimpin yang adil adalah termasuk criteria yang akan mendapat syafa’at dari Nabi Muhammad di padang mahsyar kelak. Contoh dari berbuat adil adalah berbuat adil kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Yang ketiga adalah Allah mencintai orang yang berlaku taubat yaitu orang  - orang yang menyadari kesalahannya dan meminta ampun kepada Allah serta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Dan yang terakhir adalah Allah menyukai orang – orang yang berlaku suci, yaitu orang – orang yang selalu bersuci baik jiwa maupun raga.

Selain itu, ada perbuatan – perbuatan yang dapat mengundang kebencian Allah kepada kita dan kita harus menjauhi perilaku dan perbuaatan berikut agar kita tidak dibenci oleh Allah, yang mana dapat mempersulit kita dalam usaha terkabulnya sebuah do’a. Yang pertama adalah perilaku sombong, Allah sangat membenci orang yang berbuat sombong karena sombong adalah termasuk perilaku setan sehingga berakibat diusirnya setan dari surganya Allah. 

Dan yang kedua adalah berbuat kerusakan, contoh berbuat kerusakan yang kecil dan terlihat sepele namun dapat mengundang kebencian Allah adalah membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya. Orang yang membuang sampah sembarangan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Perilaku yang dibenci oleh Allah selanjutnya adalah berbuat dholim atau aniaya baik itu terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Yang dimaksud aniaya adalah menyengsarakan dirinya sendiri maupun orang lain.
*****
Pada tanggal 15 Sya’ban atau sering disebut dengan Nisfu Sya’ban adalah pertengahan bulan sya’ban. Pada hari itu, Banyak orang yang melakukan amalan – amalan khusus seperti sholat malam dan puasa. Dan pada suatu hadits yang memiliki arti Ketika datang nisfu sya’ban maka sholat malam lah dan puasa lah keesokan harinya dan sesungguhnya Allah turun sampai muncul fajar. Dan sebagai keterangan bahwa hadits di atas adalah palsu karena sanadnya cacat yaitu salah satu dari sanad dari hadits tersebut terkenal dengan orang yang selalu memalsukan hadits.

Khutbah : KH. Abdul Ghofar

0 komentar:

Post a Comment