Showing posts with label Sisi Lain. Show all posts
Showing posts with label Sisi Lain. Show all posts

Danau Unair Pelepas Penat


Entah sudah menjadi sebuah tradisi sekaligus kebiasaan, bahwa manusia memiliki beragam kesibukan. Mulai dari yang kebiasaan yang benar – benar penting, kesibukan nggak penting, hingga pura – pura sibuk. Dan anehnya, walaupun tingkat kesibukannya berbeda – beda, namun tingkat kesetresannya pun relatif sama.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilang stress yang tiba – tiba saja menutupi otak. Mulai dari berbelanja yang menjadi hobi utama kaum hawa, tidur, main games, hingga kembali ke alam. Sebagai sebuah klarifikasi, pengertian dari back to nature atau kembali ke alam disini bukanlah kita menjadi seorang vegetarian atau justru ahli lingkungan, melainkan hanya sejenak menatap alam.

Dan mungkin ini tidak menjadi sebuah kebetulan belaka bila di UNIVERSITAS AIRLANGGA terdapat objek wisata gratis, berupa danau yang berlokasi di Kampus C UNAIR. Asumsi saya, dengan adanya objek pemandangan tersebut diharapkan para mahasiswa yang kebanyakan berkutat dengan rumus serta sains—karena memang kampus C UNAIR memiliki basis fakultas eksakta—sejenak melepas penat setelah kuliah seharian.

Saya pun sempat menyangka bahwa danau ini terbentuk secara alami akibat letusan gunung berapi atau semacamnya. Namun bila diamati secara dekat, ternyata danau ini termasuk karya dari olah tangan manusia. Satu yang bisa menjadi point pentig adalah karena maraknya pemugaran di dinding danau UNAIR ini akibat akar – akar dari pohon yang merusak pondasi danau.


Mengenai nama dari danau khas Universitas Airlangga ini pun masih menjadi salah satu pertanyaan yang tersimpan di benak saya. Menurut kabar dari teman saya, danau ini memiliki nama danau cinta. Ketidakpercayaan saya pun sirna ketika ia menunjukkan peta lokasi pemesanan Go-Jek yang jelas disana tertuliskan danau cinta. Tapi siapa peduli. Terlintas di benak saya bahwa prabu Airlangga beserta burung kesayangannya pernah transit di danau tersebut sembari meneteskan air keabadiaan dari guci Amerta. Mungkin itu adalah efek pengkaburan general informasi di otak.

Yang pasti, AIRLANGGA UNIVERSITY menghadirkan pesona sama dengan yang dimiliki oleh Notredame University, yaitu sebuah danau. Bila anda tengah penat, stress, hingga seolah – olah mentari tak terbit lagi, sementara anda berada di kampus C UNAIR main – mainlah ke danau. Mari sejenak merenung, menghela napas, mengeluarkan segala permasalahan yang ada. Mari memandangi maha karya buatan manusia. Ada juga angsa – angsa serta beragam jenis ikan—kecuali ikan hiu—yang bersemayam di dalamnya. Bila perlu, berenanglah dengan hewan – hewan tersebut untuk merasakan titisan air dari guci amerta milik prabu Airlangga, hehe.

Matematika, Fisika, dan Kimia Menyumbang Miliaran Dollar bagi Australia


Sebuah laporan terbaru yang menyelidiki mengenai kontribusi bidang sains bagi perekonomian Australia menunjukkan bahwa bidang fisika, kimia dan matematika secara langsung menyumbang sekitar 145 miliar dollar AS ke dalam perekonomian negara itu setiap tahunnnya.

Laporan yang diminta oleh Akademi Sains Australia dan Kantor Ilmuan Utama Australia, dilakukan oleh Pusat Ekonomi Internasional (Centre for International Economics).

Dikatakan kalau dampak tidak langsung juga dimasukkan, maka peran sektor fisika dan matematika terapan jauh lebih besar lagi.

"Jumlah total langsung dan tidak langsung adalah sekitar 22 persen dari aktivitas perekonomian Australia atau sekitar 292 miliar dollar AS per tahun," tulis laporan tersebut.

"Sekitar 11 persen kegiatan ekonomi Australia tergantung secara langsung kepada ilmu matematika dan fisika terapan."

Laporan ini akan secara langsung diungkap oleh Ilmuwan Utama Australia Prof Ian Chubb.

"Inilah untuk pertama kalinya kita memiliki angka untuk menunjukkan pentingnya peran ilmu-ilmu ini bagi perekonomian Australia," kata Prof Chubb.

Menurut laporan ini sekitar 7 persen atau 760 ribu lapangan kerja di Australia secara langsung berkaitan dengan ilmu fisika, kimia, bumi dan matematika.

Salah satu contoh mengenai peran tersebut adalah bagaimana matematika terapan digunakan untuk membantu teknologi telepon genggam dan juga wireless internet.

"Ekspor berhubungan dengan ilmu matematika dan fisika terapan adalah sekitar $ 74 miliar setiap tahun," kata laporan tersebut.

"Ini berarti sekitar 28 persen ekspor barang dari Australia atau hampir sama dengan 23 persen total ekspor barang dan jasa dari Australia."

Cara membuat WhatsApp teman error


Selama ini jarang aplikasi WhatsApp mengalami error, kecuali penyebabnya berasal dari smartphone itu sendiri. Namun, baru-baru ini seorang peneliti keamanan bernama Indrajeet Bhuyan telah menemukan cara bagi seseorang yang ingin iseng membuat WhatsApp temannya crash.

Seperti dilansir dari Phone Arena, Anda hanya perlu menggunakan WhatsApp versi Web dan mengirimkan pesan berisi setidaknya 5000 emoji ke teman Anda yang menggunakan aplikasi mobile. WhatsApp teman Anda akan langsung crash jika menerima pesan tersebut dan aplikasinya langsung menutup.

Satu-satunya cara untuk tetap menggunakan aplikasi WhatsApp setelah crash adalah harus menghapus riwayat pesan dan membuka kembali chat awal. Lalu, mengapa WhatsApp bisa crash seperti itu hanya dengan mengirim 5000 emoji?

Ada 2 aspek yang mempengaruhinya, yaitu yang pertama hal tersebut hanya berlaku pada pengguna Android. Sedangkan yang kedua, WhatsApp memang memiliki batas karakter pesan yang diterima, yaitu 6000 karakter, dan satu emoji karakternya biasanya lebih dari satu karena menggunakan kombinasi angka, huruf, dan tanda baca yang lain.

Teman Anda juga tidak akan bisa menuduh Anda, karena pesan yang telah dikirim akan hilang setelah masuk pada aplikasi mobile. Ingin mencobanya? Terima kasih sudah membaca :)

Beberapa keusilan dari perusahaan teknologi ketika april mop


Setiap tanggal satu April diperingati sebagai Hari April Mop yang mana semua orang boleh berbohong, membuat berita tidak benar, dan buat lelucon yang dasarnya pada ketidakbenaran.

April Mop sendiri bisa saja dilakukan oleh perorangan bahkan hingga sebuah perusahaan besar. Beberapa perusahaan besar di bidang teknologi seperti Google juga tak pernah absen merayakan April Mop tiap tahunnya.

Di tahun 2015 ini, Google dan raksasa teknologi lainnya juga tak ingin ketinggalan merayakan April Mop dengan kreasi seru yang ternyata hanya bohong belaka. Penasaran keusilan Google, Samsung, Sony, dan perusahaan lainnya dalam merayakan April Mop? Simak ulasannya berikut ini.


Salah satu mesin pencari paling terkenal di dunia, Google Search sedang mabuk berat hari ini, Rabu (1/4). Jika biasanya untuk membuka mesin pencari ini Anda harus memasukkan alamat website Google.com, maka hari ini pengguna juga bisa mengakses melalui com.google. Sesuai dengan alamat websitenya yang terbalik, nantinya tampilan di Google search ini juga akan serba terbalik dari halaman muka hingga masuk halaman hasil pencarian.


Google sepertinya memang memiliki selera humor tinggi, jika sebelumnya lelucon terkait mesin pencarinya dirilis, kini Google juga memperkenalkan trend #ChromeSelfie. Google sendiri menjelaskan jika #ChromeSelfie ini hadir untuk membantu para pecinta selfie berbagi semua foto selfie mereka dengan gerakan hashtag tersebut di media sosial mereka. Namun gerakan #ChromeSelfie ini ternyata hanya bualan saja dari Google untuk membohongi para pengguna Chrome yang juga cinta selfie.


Di tanggal 4 April ini Google juga mengungkapkan keinginannya untuk membangunkan kembali tren kirim surat konvensional di era modern. Untuk itu mereka mengungkapkan gagasan baru melalui sebuah video yang berisikan teknologi martbox by Inbox. Teknologi ini sendiri akan hadir dalam bentuk kotak surat pintar yang dilengkapi dengan sensor gerak dan juga layar sentuh interaktif di sisi bodinya.

Selain itu, pihak Google juga membuat Smartbox by Inbox ini dengan konsep removable hingga bisa dibawa ke mana saja. Namun, tentu Anda tak berpikiran jika Google benar-benar ingin mewujudkan ini kan?


Di 1 April ini Samsung juga tak mau melewati kesempatan membohongi pengguna dan penggemar setianya dengan bakal merilis satu smartphone terbaru bertajuk Samsung Galaxy Blade. Samsung menyatakan bila gadget multifungsi terbaru mereka ini adalah perangkat terbaik untuk memasak. Bentuk dari pisau Galaxy S6 pun nampak mirip dengan pisau dapur lainnya.

Bedanya, Anda akan melihat panel layar milik Galaxy S6 di bagian bilah kiri si pisau. Singkat kata, Anda bisa menggunakan pisau Galaxy S6 untuk memasak sekaligus berkomunikasi atau berfoto selfie bersama masakan. Tentu saja smartphone Samsung Galaxy Blade ini hanya bohong belaka.


Jika Anda membuka Google Maps via web hari ini, maka ada satu fitur baru yang bakal berada di pojok kiri bawah layar Anda, seperti dilansir Sciencealert (1/4). Untuk mengakses mode Pac-Man di Google Maps, cukup memilih daerah di Google Maps yang memiliki banyak jalan dan persimpangan, kemudian klik logo Pac-Man di sudut kiri bawah layar dan arahkan pac-man menjauh dari kejaran hantu.

Kehadiran game klasik ini di Google Maps sendiri merupakan salah satu cara Google merayakan April Fool's Day atau April Mop yang jatuh setiap 1 April. Kehadiran Pac-Man di Google Maps ini juga hanya bertahan selama hari ini saja.


Motorola memang tak lagi menjadi perusahaan Google, namun sifat iseng Google ternyata juga sudah menulari perusahaan ini.

Tepat 1 April ini, Motorola merilis Selfie Sticks yang jadi salah satu aksesoris smartphone paling diminati beberapa waktu terakhir. Namun tentu saja, kabar perilisan tongkat selfie dari Motorola ini hanya bualan saja di April Mop.


Lewat sebuah video yang diunggah ke YouTube, Ariel Inganarre, selaku anggota tim pengembang teknologi wearable PlayStation memperlihatkan dunia konsol game berbentuk satu set unit PlayStation lengkap dengan kacamata pintar dan arm-band spesial berisi sensor gerak.

Hanya dengan memakai kacamata pintar dan arm-band PlayStation Flow, Ariel mengungkapkan bila sekarang gamer bisa langsung merasakan pengamalan berenang karakter game di dunia nyata, sebut saja game 'The Last of Us'.

Setelah mengaktifkan kedua perangkat tersebut dan masuk ke kolam renang, maka gamer bisa melihat kondisi bawah air di game lewat kacamata pintar itu. Hebat bukan? Sayangnya, perangkat gaming canggih itu hanyalah hoax alias berita palsu yang dikeluarkan oleh Sony untuk memperingati hari jahil sedunia atau April Mop. [dari berbagai sumber]

Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat bagi pembaca, dan sampai jumpa di postingan selanjutnya :)

(Foto) Meme Logo Piala Dunia Rusia 2018


Baru - baru ini Fifa telah mengumumkan sekaligus melaunching logo dari piala dunia 2018 yang akan digelar di negara tirai besi atau Rusia. Dengan mewahnya, pihak Fifa juga pemerintah Rusia merilis logo ini dengan harapan bisa meningkatkan animo masyarakat selepas piala dunia 2014 yang ada di Brazil. Walaupun masih 4 tahun lagi, logo piala dunia telah dirilis guna mempublikasikan serta memberitahu kepada dunia bahwa negara Rusia telah siap dalam menggelar pesta akbar sepak bola antar negara di dunia.

Namun sambutan dari masyarakat sangatlah minim dan juga bisa dibilang banyak yang jengkel karenanya terutama di dunia maya. Buktinya banyak dijumpai meme kartun ejekan perihal logo yang menurut saya aneh dan tidak pantas. Bandingkan saja dengan logo piala dunia Brazil, sangat berbeda sekali. Tidak ada kesan akbar, mewah dan juga berkelas dari logo Rusia 2018 ini. Tetapi apapun itu kita harus mengapresiasi Fifa dalam memeriahkan world cup 2018 di Rusia yang akan datang.

Berikut adalah beberapa meme logo Rusia 2018 yang saya ambil di dunia maya :




















Terima kasih sudah berkunjung dan semoga terhibur :D

Para Juara di Tanah Brazil 2014


Peluit panjang yang ditiup wasit Nicola Rizzoli pada pertandingan antara Argentina dan Jerman menjadi penanda berakhirnya turnamen Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil. Jerman bersorak setelah keluar sebagai kampiun, sementara di sisi lain Lionel Messi gagal mempersembahkan trofi tertinggi untuk Albiceleste, meski secara individu dia berhasil menyabet titel pemain terbaik.

Messi bukan satu-satunya individu yang mendapat penghargaan di Brasil, masih ada tiga pemain lain yang berhasil menggondol trofi bergengsi serta satu tim yang dianggap paling Fair Play di sepanjang turnamen. Siapa saja mereka? Simak rangkuman para sang juara di Brasil berikut ini.
Juara : Jerman


Jerman akhirnya memecahkan tabu dengan menjadi negara Eropa pertama berhasil di tanah Amerika. Gol tunggal Mario Gotze di babak perpanjangan waktu cukup bagi tim Joachim Low mengakhiri penantian panjang, sejak terakhir kali mencium trofi Piala Dunia pada 1990.

Kemenangan Der Panzer di Estadio Maracana, Sao Paulo memang sudah diprediksi menyusul penampilan impresif mereka sepanjang turnamen. Jerman membuka penyisihan grup dengan menghancurkan Portugal empat gol tanpa balas, dan meski ditahan Ghana 2-2 pada matchday kedua mereka memastikan status juara grup lewat poin tiga atas Amerika Serikat. Di fase gugur, Jerman sempat mendapat kritik lantaran kesulitan menaklukkan Aljazair tapi para peragu dengan sempurna dibungkam lewat kemenangan atas Prancis sebelum melucuti tuan rumah Brasil, 7-1.

Di bawah Jerman ada Argentina yang menyabet medali perak. Harapan publik melihat Lionel Messi menyamai catatan Diego Maradona pupus. Albiceleste keluar dari Grup F di posisi teratas dengan raihan sembilan poin usai menumbangkan Bosnia-Herzegovina, Iran dan Nigeria. Tim Tango dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu saat berhadapan dengan Swiss berkat gol Angel Di Maria di sisa dua menit babak perpanjangan waktu. Skuat Albiceleste lalu menuntaskan perlawanan Belgia dan Belanda melalui babak adu penalti di babak semi-final.

Oranje melengkapi posisi tiga besar usai menaklukkan tuan rumah Brasil 3-0 di babak play-off posisi ketiga, Minggu (13/7) dini hari WIB. Langkah Belanda untuk lepas dari status juara tanpa mahkota dihentikan Messi cs di babak empat besar, padahal mereka memulai kampanye dengan hasil spektakuler, menghajar juara bertahan 5-1 kemudian menang atas Australia dan Cili. Belanda juga mengakhiri perjalanan Meksiko yang dikawal kiper impresif Guillermo Ochoa, sebelum taktik pergantian pemain krusial dengan memasukkan Tim Krul memenangkan tim Louis van Gaal dalam drama adu penalti kontra Kosta Rika di babak perempat-final.
Pemain Terbaik : Lionel Messi


Lionel messi mendapat pengobat luka setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan berhak menggondol Golden Ball. La Pulga mengalahkan dua rekan senegaranya, Javier Mascherano dan Angel Di Maria, kuartet Jerman Mats Hummels, Toni Kroos Thomas Muller dan Philipp Lahm, serta Neymar (Brasil), James Rodriguez (Kolombia) dan Arjen Robben (Belanda).

Kemenangan Messi mengundang kontroversi karena dia dianggap gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen, tapi koleksi empat man of the match, terbanyak dibandingkan pemain mana pun di Brasil, tampaknya cukup untuk menjawab peragu. Ditambah, Si Kutu juga menorehkan empat gol yang dicetaknya di tiga laga penyisihan grup.
Top Skor : James Rodriguez


Pemain papan atas seperti Messi, Neymar dan Thomas Muller masuk kandidat top skor sebelum turnamen digelar. Tapi di luar dugaan, terjadi sebuah kejutan dengan munculnya nama youngster Kolombia James Rodriguez yang mencetak enam gol. Rodriguez membuka rekening golnya saat menutup pesta Kolombia di laga kontra Yunani pada laga perdana penyisihan Grup C. Pemain AS Monaco kelahiran 22 tahun silam kemudian memecah kebuntuan di menit 63 kala tim Jose Pekerman membekuk Pantai Gading, lalu dia ikut menyumbang gol versus Jepang di laga terakhir fase grup.

Dua gol Rodriguez di babak 16 besar sukses menghentikan langkah Uruguay, bahkan gol pertamanya di menit 28 diklaim sebagai salah satu yang terbaik di turnamen. Mendapat umpan sundulan Abel Aguilar, Rodriguez melakukan kontrol dada lalu sepakannya berhasil menembus gawang Fernando Muslera dari jarak 25 yard. Sayang, kita tidak dapat menyaksikan aksi Rodriguez lebih jauh karena Kolombia harus angkat koper setelah menyerah 2-1 dari tuan rumah Brasil di babak perempat-final. Ketika itu Rodriguez mencetak gol penalti di sisa sepuluh menit pertandingan sekaligus menggenapkan koleksinya menjadi enam.
Kiper Terbaik : Manuel Neur

Sweeper-keeper! Aksi Manuel Neuer bak seorang libero di laga melawan Aljazair pada babak 16 besar menuai banyak pujian, tapi sekaligus bikin pendukung Der Panzer deg-degan melihatnya. Menghadapi serangan balik tim Afrika dan minus Mats Hummels yang cedera, Neuer dipaksa beberapa kali keluar dari sarangnya untuk menyelamatkan gawang. Beruntung, Jerman akhirnya mampu menuntaskan perlawanan Aljazair melalui babak perpanjangan waktu berkat gol Andrea Schurrle dan Mesut Ozil. Meski demikian, legenda Jerman Franz Beckenbauer mengingatkan kiper Bayern Munich untuk tidak terlalu sering melakukan aksi libero.

“Saya tak ingin mengatakan bahwa dia adalah libero yang lebih baik ketimbang saya. Ya, Manuel Neuer menyelamatkan kami dari berbagai situasi, tetapi dia harus tetap berhati-hati,” ujar Beckenbauer. Neuer termasuk satu di antara sekian banyak penjaga gawang yang memukau di Brasil dan konsistensinya menjaga gawang — Jerman cuma empat kali kebobolan — membuahkan gelar individu Golden Glove di akhir turnamen.
Pemain Muda Terbaik : Paul Pogba


Technical Study Group FIFA menunjuk Paul Pogba sebagai pemenang pemain muda terbaik Piala Dunia 2014. Pemain 21 tahun menyabet penghargaan prestisius setelah menunjukkan performa impresif di lini tengah Prancis di lima penampilan sepanjang turnamen.

Selain gol sundulan krusial melawan Nigeria di babak 16 Besar, pria energik ini memiliki peran penting selama perjalanan Les Blues di Brasil. Bersama Yohann Cabaye dan Blaise Matuidi, dia secara konsisten mendemonstrasikan kekuatannya dan skill merebut bola. Tak hanya itu, teknik serta kemampuan dribbling-nya juga di atas rata-rata.

Dengan rasio 80 persen umpan sukses - termasuk assist melawan Swiss - dalam 354 menit pertandingan, Pogba meneruskan penampilan positif saat membela timnas di Piala Dunia U-20 di Turki tahun lalu, di mana dia menyabet penghargaan Golden Ball. Gelandang muda milik Juventus ini mengalahkan pemain muda Belanda Memphis Depay dan kompatriotnya, Raphael Varane.
FIFA Fair Play : Kolombia

FIFA Fair Play Award diberikan kepada tim dengan rekor disipliner terbaik sepanjang turnamen. Hanya tim yang lolos ke fase gugur yang berpeluang manyebat pernghargaan ini dan Spanyol sukses mendapatkannya di Afrika Selatan empat tahun silam.

Di edisi kali ini, tim nasional Kolombia berhak menyabet penghargaan tersebut. Kolombia sukses membuat kejutan dengan keluar sebagai juara grup, mengantungi sembilan poin dari tiga laga, lalu menyingkirkan semi-finalis edisi lalu, Uruguay di babak 16 besar. Mimpi rakyat Kolombia untuk melihat James Rodriguez melangkah jauh dihentikan tuan rumah Brasil di perempat-final. Dari lima laga yang dilakoni sepanjang turnamen, Kolombia hanya mendapat lima kartu kuning dan nihil kartu merah.

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat dan apresiasi saya berikan kepada situs goal sebagai sumber dari artikel ini.

Serba - Serbi Piala Dunia 2014 (A - Z)


Gelaran Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brasil sudah berakhir, dan pemenangnya adalah Jerman, sang wakil Eropa, usai menundukkan Argentina 1-0 di partai puncak di Rio de Janeiro, Senin (14/7) dinihari WIB. Gol tunggal Mario Gotze di babak tambahan waktu sudah cukup buat Jerman untuk menambah koleksi gelar mereka menjadi empat kali. Pasukan Joachim Low itu menjadi tim Eropa pertama yang bisa menang di tanah Amerika Latin. Kutukan mampu ditaklukkan!

Untuk menyertai berakhirnya gelaran turnamen terakbar di dunia itu, Saya akan menyajikan serba-serbi Piala Dunia 2014 dari A hingga Z berikut ini...

Asia - Empat tim asal Asia gagal meraih satu pun kemenangan di Brasil, dan ini untuk pertama kalinya tim asal Asia tidak mampu menang di Piala Dunia sejak 1990. Australia, Korea, Jepang, dan Iran hanya mampu maksimal meraih tiga hasil imbang di antara mereka. Semua tim itu finis di dasar klasemen di grup mereka.

Bite (gigitan) - Penyerang Uruguay Luis Suarez mendapat sanksi empat bulan dari aktivitas di dunia sepakbola dan sembilan pertandingan internasional setelah melakukan tindakan gegabah dengan menggigit pundak bek Italia Giorgio Chiellini. Peristiwa ini paling banyak dibicarakan selama Piala Dunia 2014 berlangsung.

Cash - Para pemain Ghana menginginkan bayaran untuk mereka bermain di Piala Dunia cepat dibayar sehingga presiden John Mahama mengirim jutaan dolar ke Brasilia untuk meredkana kondisi sebelum skuat melakoni pertandingan kontra Portugal. Ada gambar yang menunjukkan ciuman terhadap tumpukan uang ketika kedatangan sang presiden. Ghana kalah di tangan Portugal dan harus tersingkir di fase grup.

Dilma - Aksi di lapangan di Brasil merupakan di antara momen-momen terbaik selama perhelatan Piala Dunia 2014, namun masalah seputar organisasi turnamen tidak bisa dilupakan. Presiden Brasil Dilma Russeff bersama pemimpin FIFA Sepp Blatter terus dikecam oleh banyak warga di sana, yang marah karena belanja penyelenggaraan Piala Dunia yang menghabiskan lebih dari £6 juta di saat negara sedang mengalami krisis ekonomi.


Evaluasi - Rekor kekalahan di Piala Dunia, sebagai kekalahan pertama di pertandingan kandang kompetitif dalam 39 tahun, bukan berarti sebagai akhir dari segalanya di Brasil. Kekalahan 7-1 di semi-final di Belo Horizonte di tangan Jerman membuat bangsa mereka berkabung dan meminta adanya evaluasi dan perbaikan terhadap kompetisi domestik.

Fans - Kondisi stadion-stadion yang sepi di Afrika Selatan empat tahun lalu tidak terulang lagi di Brasil karena fans berbondong-bondong datang dari seantero dunia untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Mayoritas fans berasal dari Argentina, Cili, dan Kolombia. Para fans Brasil juga sangat antusias sehingga menjadikan turnamen itu sebagai paling populer kedua dalam sejarah, kalau dihitung dari jumlah rata-rata yang hadir.

Gol - Putaran grup dalam kondisi full team. Fase grup memang menghasilkan gol yang lebih sedikit, namun serangan dari 32 tim menghasilkan 171 gol, memiliki rekor yang sama dengan di Prancis pada 1998.

Howard - Kiper Amerika Serikat Tim Howard melakukan rekor 16 kali penyelamatan di pertandingan babak 16 besar lawan Belgia. Namun, ia gagal membawa timnya lolos karena sang rival yang berhak melenggang ke babak perempat-final.

Invasi - Fans mampu lolos dari penjagaan keamanan dan lari masuk ke dalam lapangan ketika pertandingan grup antara Ghana dan Jerman dan di babak 16 besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Belgia. Ada sekitar 200 fans Cili yang melakukan sedikit kerusuhan di media centre di Stadion Maracana sebelum tim kesayangan mereka menang atas Spanyol.

Jerman - Jerman berhasil mematahkan mitos tidak ada tim Eropa yang bisa juara di tanah Amerika Latin dan mereka mampu mengumpulkan gelar keempat usai menundukkan Argentina 1-0 lewat perpanjangan waktu. Gol tunggal dicetak Gotze.


Klose - Striker senior Jerman Miroslav Klose mampu mencetak golnya ke-16 di Piala Dunia, melampaui rekor 16 gol milik legenda Brasil Ronaldo. Gol pertamanya di Piala Dunia 2014 tercipta ketika tim bermain imbang lawan Ghana, sementara gol keduanya terjadi ketika Der Panser menghabisi Brasil 7-1 di semi-final.

Lotto - Kosta Rika merupakan satu-satunya timnas di Piala Dunia 2014 yang mengenakan kostum sponsor dari perusahaan pakaian olahraga asal Italia ini. Kosta Rika bahkan bisa melaju ke babak perempat-final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski berstatus sebagai kuda hitam, mereka mampu memuncaki Grup D dengan mengalahkan Uruguay dan Italia, dan kemudian menyingkirkan Yunani di babak 16 besar lewat adu penalti.


Messi - Meski gagal membawa Argentina menjadi juara karena kalah 1-0 di tangan Jerman lewat perpanjangan waktu, namun Leo berhasil mendapat penghargaan individual, yakni Bola Emas, sebagai pemain terbaik di turnamen ini.


Neymar - Pemain Brasil pemilik kostum nomor sepuluh ini mencetak empat gol dari empat pertandingan dalam kondisi ekspektasi tinggi agar timnas bisa meraih gelar keenam dan yang pertama di kandang sendiri. Namun, sang striker hanya bisa tampil hingga babak delapan besar ketika ia mengalami cedera vertebra usai mendapat hadangan keras dari Juan Zuniga ketika lawan Kolombia.

Oldest (tertua) - Kiper Kolombia Faryd Mondragon mencatatkan rekor sebagai pemain tertua yang ikut ambil bagian di Piala Dunia ketika pemain berusia 43 tahun itu masuk dari bangku cadangan saat menang 4-1 atas Jepang di Grup C.

Penalti - Empat pertandingan harus diselesaikan lewat adu penalti. Kosta Rika mampu memenangi adu tos-tosan lawan Yunani sehingga mereka lolos ke perempat-final, namun akhirnya kalah di tangan Belanda melalui cara yang sama di babak delapan besar.

Queiroz - Pelatih Iran Carlos Queiroz mengundurkan diri usai Piala Dunia. Pelatih asal Portugal ini tidak senang dengan kurangnya dukungan keuangan dari pemerintah, yang sebagian besar diakibatkan karena pembatasan politik yang terjadi di negara itu. Meski begitu, Federasi Sepakbola Iran sempat menawarinya sebuah kontrak baru.


Rodriguez - Penyerang muda Kolombia itu tampil gemilang di Piala Dunia 2014 dengan finis sebagai pencetak gol terbanyak (enam gol dari lima pertandingan) dan mengantarkan timnya melaju hingga perempat-final. Ia akhirnya mendapat Sepatu Emas atas prestasinya itu.

Spanyol - Sang juara bertahan datang ke Brasil dengan ambisi bisa mempertahankan gelar yang diraih empat tahun lalu dan memenangi empat kejuaraan secara berturut-turut. Namun, ambisi itu sirna karena pasukan Vicente del Bosque itu tersingkir di fase grup akibat kalah 5-1 di tangan Belanda dan 2-0 dari Cili.

Teknologi - Teknologi garis gawang dilakukan untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia. Prancis menjadi tim pertama yang mendapat manfaat dengan penggunaan alat ini ketika kiper Honduras menepis bola rebound dari mistar gawang setelah melewati garis. Bisa saja sang kiper lolos dari kejadian ini, namun berkat perusahaan asal Jerman, GoalControl, semuanya menjadi jelas.

Underdogs - Tim-tim yang di atas kertas tidak diunggulkan justru membuktikan kalau mereka bisa mengimbangi permainan lawan yang memiliki kualitas lebih baik. Kosta Rika menjuarai Grup D, Cili bisa bersaing dengan Spanyol di Grup B, dan Amerika Serikat yang memenangi persaingan merebut tiket 16 besar dengan Portugal di Grup G.

Vanishing spray - Untuk pertama kalinya di Piala Dunia, penanda berwarna putih yang disempotkan wasit ketika terjadi tendangan bebas sebagai tempat dilakukannya eksekusi dan berdirinya pagar hidup. Ini dilakukan agar pemain tidak melakukan manipulasi soal posisi.

Water break - Temperatur yang cukup panas menyebabkan para pemain kehilangan tenaga dalam kondisi kelembaban tinggi. FIFA melakukan water break pertama, yaitu setelah 30 menit di pertandingan ketika Belanda menang 2-1 atas Meksiko di babak 16 besar di Fortaleza.

Xherdan Shaqiri - Gelandang swiss ini mencetak hat-trick ketika timnya menang atas Honduras di Grup E. Itu merupakan hat-trick ke-50 sepanjang sejarah Piala Dunia dan yang kedua di turnamen di Brasil setelah Thomas Muller melakukan untuk Brasil ketika Jerman menang 4-0 atas Portugal.

Yuichi Nishimura - Wasit asal Jepang ini menjadi pusat perhatian kontroversi yang pertama di Piala Dunia 2014 ketika ia menghadiahi penalti untuk Brasil di pertandingan di Grup A kontra Kroasia. Saat itu kedudukan sedang imbang 1-1 ketika Fred secara teatrikal terjatuh di kotak terlarang dan Nishimura langsung menunjuk titik putih. Pelatih Kroasia Nico Kovac sampai dibuat bingung.

Zuniga - Bek Kolombia Juan Zuniga menjadi musuh nomor satu Brasil karena dengan ceroboh mendorong lututnya ke arah punggung Neymar sehingga sang striker harus mengalami cedera vertebra dan menyudahi Piala Dunia lebih dini.

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat, apresiasi saya berikan kepada situs goal yang merupakan sumber dari artikel ini.

Tragedi Maracanazo Brasil 1950


Laga final Piala Dunia 1950 menghadirkan sejarah buruk bagi publik sepakbola Brasil. Tragedi Maracana atau Maracanazo, demikian nama yang populer untuk menyebut salah satu kejutan terbesar yang pernah terjadi di dunia sepakbola. 

Maracanazo, diambil dari bahasa Portugal Maracanaço, yang diartikan secara kasar sebagai "Pukulan Maracana," merupakan partai pamungkas putaran final Piala Dunia 1950, di mana Brasil sendiri pada saat itu tercatat sebagai tuan rumah bersiap menghadapi Uruguay.
Final Piala Dunia 1950
Uruguay 2 - 1 Brasil
16 Juli 1950
Estadio do Maracana, Rio de Janeiro
Wasit: George Reader (Inggris)
Gol: 0-1 Albino Friaca Cardoso 47', 1-1 Juan Alberto Schiaffino 66', 2-1 Alcides Ghiggia 79'
Uruguay: Roque Maspoli; Matias Gonzalez, Eusebio Tejera, Schubert Gambetta, Obdulio Varela; Victor Rodriguez, Alcides Ghiggia, Julio Perez, Omar Oscar; Juan Alberto Schiaffino, Ruben Moran.
Pelatih: Juan Lopez Fontana
Brasil: Moacir Barbosa; Augusto da Costa, Juvenal Amarijo, Jose Carlos Bauer, Danilo Alvim; Bigonde, Albino Friaca Cardoso, Zizinho, Ademir Marques; Jair da Rosa Pinto, Francisco Aramburu.
Pelatih: Flavio Costa
Tidak seperti turnamen edisi sebelumnya, pemenang kali ini ditentukan oleh satu fase grup terkahir dengan emapat tim terakhir bermain dalam format round-robin, bukan tahap sistem gugur. Situasi saat itu, Selecao unggul satu angka atas La Celeste sebelum pertandingan. Kemenangan jelas dibutuhkan sang lawan, sementara tuan rumah hanya membutuhkan hasil imbang untuk merengkuh gelar juara. Kondisi saat itu membuat Brasil menjadi favorit untuk menggapai titel pertama mereka mengingat telah tampil superior di dua laga sebelumnya saat melumat habis Swedia 7-1 serta meremukkan Spanyol 6-1.

Sementara Uruguay praktis mencatatkan langkah kurang meyakinkan usai hanya bermain imbang 2-2 dengan Spanyol, dan menang tipis 3-2 atas Swedia. Kala itu, publik Brasil menatap laga itu dengan optimisme tinggi. Semua pasang mata tertuju pada kekuatan menakutkan mereka yang saat itu diwakili generasi Zizinho. Jumlah penonton yang hadir langsung di Rio de Janeiro pun membludak, mencapai angka 173,850 orang. Itu merupakan rekor penonton suatu pertandingan sepak bola terbanyak dalam sejarah yang bertahan sampai saat ini.

Sesuai prediksi, jalannya pertandingan pun berlangsung ketat. Usai mengakhiri babak pertama tanpa gol. Brasil langsung menggebrak di awal babak kedua ketika Albino Friaca Cardoso mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa tuan rumah memimpin. Sontak ratusan ribu fans yang datang langsung ke stadion bergemuruh menyambut gol tersebut. PErcaya diri mereka akan menyabet kejayaan perdana di penas internasional pun kian meningkat. Hanya saja yang terjadi selanjutnya di luar perkiraan. Uruguay mampu keluar dari tekanan, bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 saat Alberto Schiaffino menaklukkan gawang Moacir Barbosa pada menit ke-66.

Kejadian itu belum menipiskan antusiasme penonton, yang beranggapan hasil imbang akan tetap mengantarkan mereka keluar sebagai juara. Hingga akhirnya mimpi buruk mereka pun datang 15 menit kemudian. Ialah Alcides Edgardo Ghiggia, winger andalan Uruguay saat itu, berhasil lolos dari kawalan untuk kemudian menceploskan bola ke gawang Brasil, sekaligus membawa timnya membalikkan keadaan. Keunggulan itu mampu dipertahankan dan Uruguay akhirnya keluar sebagai juara dunia untuk kedua kali. 
"Vonis pidana di Brasil maksimal paling berat 30 tahun, tapi saya dihukum seumur hidup!"
- Moacir Barbosa
Suasana selepas pertandingan, banyak orang menggambarkan keadaan stadion saat itu dipenuhi dengan kesunyian. Kecuali euforia yang dirayakan oleh para penggawa serta staf Uruguay pada saat itu. Banyak surat kabar saat itu menolak fakta bahwa tim mereka saat itu telah kalah. Beberapa pendukung bahkan bertindak di luar akal sehat dan mengakhiri hidup mereka. Pemain mendapat kecaman dari suporter, di antara mereka memutuskan pensiun secara diam-diam.

Insiden tersebut jelas membawa duka yang mendalam terutama bagi penggawa skuat Brasil yang telah berjuang di laga tersebut. Hujatan dari pada pendukung membuat beberapa dari mereka dianggap tidak layak lagi untuk mengenakan seragam kebesaran timnas Brasil. Bahkan secara ekstrim, kiper Moacir Barbosa kerap melontarkan keluhan bertahun-tahun sepanjang sisa hidupnya dengan pernyataan, "Vonis pidana di Brasil maksimal paling berat 30 tahun, tapi saya dihukum seumur hidup!" Sungguh duka yang amat mendalam dalam sejarah persepakbolaan Brasil.

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat, apresiasi saya berikan untuk sumber artikel ini yaitu situs goal.

Drama Adu Pinalti Pertama di Final Piala Dunia


Untuk pertama kalinya dalam pentas Piala Dunia, laga final harus diakhiri dengan adu penalti ketika Brasil dan Italia bertemu pada partai puncak 20 tahun silam di Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat.
Final Piala Dunia 1994
Brasil 0(3)-0(2) Italia
17 Juli 1994
Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat
Wasit: Sandor Puhl (Hungaria)
Penalti:
BRASIL: Marcio Santos (X), Romario (O), Branco (O), Dunga (O)
ITALIA: Baresi (X), Albertini (O), Evani (O), Massaro (X), Baggio (X)
Brasil: Taffarel, Jorginho, Aldair, Marcio Santos, Branco, Mauro Silva, Dunga, Mazinho, Zinho, Romario, Bebeto
Pelatih: Carlos Alberto Parreira
Italia: Pagliuca, Mussi, Baresi, Maldini, Benarrivo, Berti, Dino Baggio, Albertini, Donadoni, Roberto Baggio, Massaro
Pelatih: Arrigo Sacchi
Kedua tim diyakini sama-sama kelelahan saat berduel di laga final, setelah pada babak semi-final. Brasil dengan susah payah menumbangkan Swedia berkat gol tunggal Romario ketika laga menyisakan sepuluh menit. Sementara itu, Azzurri lolos berkat kegemilangan Roberto Baggio di babak gugur turnamen. Pemain dengan rambut kuncir tersebut memborong dua gol saat mengalahkan Nigeria 2-1 di babak 16 Besar, kemudian menceak gol kemenangan tim di menit ke-88 atas Spanyol di perempat-final, dan kemudian kembali memborong dua gol kemenangan saat menaklukkan Hungaria yang tampil ngotot dengan skor 2-1.

Pertarungan di final, digadang-gadang menjadi duel antara Romario dan Baggio untuk beradu ketajaman. Namun, pada akhirnya tidak tercipta gol selama 90 menit dan pada 30 menit tambahan, sehingga pertandingan final untuk pertama kalinya harus ditentukan melalui tendangan penalti. Penendang pertama kedua tim gagal melaksanakan tugasnya, Gianluca Pagliuca mampu mementahkan tembakan Marcio Santos, sementara Franco Baresi melihat eksekusinya melenceng. Kemudian, dua penendang masing-masing tim mampu menceploskan bola sehingga skor menjadi 2-2.

Daniele Massaro, sebagai penendang ke-empat, gagal menaklukkan Claudio Taffarel dan kemudian Dunga mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Selecao unggul 3-2. Roberto Baggio menjadi penendang terakhir dan juga menjadi asa terakhir Italia sebagai eksekutor kelima. Dengan performa menawan selama babak gugur dan mengingat ia dalam performa terbaiknya, semua orang sudah memprediksi tembakannya akan memaksa pemain kelima Brasil harus maju. Namun, yang terjadi sungguh di luar dugaan. Tembakan Baggio melayang jauh di atas mistar Taffarel.

Kegagalan itu membuat Selecao mengoleksi trofi juara dunia ke-empat, sekaligus melewati pencapaian dari Italia dan Jerman, untuk menjadi pengoleksi Piala Dunia terbanyak.
"Saya tidak tahu mengapa, bola melayang tiga meter ke atas dan terbang melewati mistar."
-Roberto Baggio
Roberto Baggio kemudian menjelaskan dalam otobiografinya mengenai apa yang terjadi dalam adu tendangan penalti tersebut. "Harus Anda pahami bahwa tidak mudah menjelaskan apa yang terjadi di Pasadena," ujar Baggio. "Ketika saya maju untuk menendang, saya sadar, seperti yang dirasakan orang di situasi tersebut.

"Saya tahu Taffarel selalu jatuh ke samping jadi saya memutuskan untuk menendang ke tengah, sedikit lebih atas, jadi dia tidak bisa menjangkaunya dengan kaki. Itu adalah keputusan cerdas karena Taffarel memang menjatuhkan diri ke kiri, dan dia tidak akan bisa mengantisipasi tembakan yang saya rencanakan. "Sayangnya, dan saya tidak tahu mengapa, bola melayang tiga meter ke atas dan terbang melewati mistar."

Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat dan apresiasi saya berikan kepada situs sumber yaitu goal.

Suka Duka Menjadi Tuan Rumah


Piala Dunia 2014 telah resmi ditutup pada 13 juli di stadion Maracana dengan pesta yang sangat meriah. Brazil sebagai negara penyelenggara bisa dibilang sukses menyelenggarakan event 4 tahunan ini. Walaupun Brazil tidak menjadi juara dunia, tetapi pesta kemeriahan piala dunia tidak bisa hilang begitu saja di daratan Brazil. Sebagai tuan rumah, Brazil memiliki kestimewaan yang lebih dibandingkan dengan negara kontestan lain. Kalau negara lain untuk berlaga di Brazil harus bersaing dengan negara lain untuk memperebutkan 31 tiket, tidak dengan Brazil. Negara Brazil diberi keistimewaan oleh FIFA langsung lolos tanpa ikut kualifikasi karena bertindak sebagai tuan rumah. Karena Piala Dunia sudah usai saya bisa menyimpulkan keuntungan dan kerugian yang diterima oleh Brazil selaku tuan rumah.

Keuntungan yang paling mencolok adalah Brazil tidak perlu susah payah untuk mengikuti kualifikasi seperti tim - tim lainnya. Hal ini membuat pelatih Brazil Luis Felipe Scolari mendapatkan jatah untuk menyusun organisasi permainan lebih banyak dari pada tim - tim lain peserta piala dunia. Tidak ada yang instan dalam sepak bola, walaupun sudah dipersiapkan taktik dan strategi lebih dini, Brazil pun masih gagal menaruh bintang ke 6 di jersey kaosnya (bintang merupakan lambang dari piala yang diraih). Hal ini disebabkan oleh kurangnya kematangan tim, neymar cs jarang sekali mendapatkan kesempatan bertanding dalam laga uji coba untuk mematangkan strategi tim. Berbeda dengan tim - tim lain sesama negara peserta yang membiasakan taktik di dalam laga kualifikasi sehingga sudah siap tempur ketika berada di Brazil. Bukti nyata bagi Brazil adalah kurang meyakinkannya kerja sama tim ketika memasuki babak 16 besar.

Brazil harus susah payah untuk bisa melaju ke perempat final dengan menundukkan Chile lewat adu pinalti yang kala itu skor sama kuat 1-1. Pencetak gol pun tidak dari penyerang melainkan dari posisi back yaitu David Luiz. Masuk ke babak perempat final melawan Colombia, organisasi permainan Brazil kembali tidak meyakinkan. Walaupun menang tipis 2-1, pencetak gol pun masih dari pemain belakang yaitu Thiago Silva dan free kick indah David Luis. Klimaksnya ketika di semi final berhadapan dengan Jerman, Brazil dipermalukan oleh jerman dengan 7 gol bersarang ke jala Julio Cesar di depan lebih dari 10.000 pendukung tim samba di stadion Belo Horizonte. Nasib tragis Brazil itu pun tidak lepas dari absennya 2 pemain kunci Brazil yaitu Neymar akibat cedera serta Thiago Silva akibat akumulasi kartu. Kekelahan 7-1 dari Jerman merupakan sebuah aib dari negara penyandang 5 trofi piala dunia.

Setelah menelan kekalahan yang begitu menyakitkan, bendera brazil pun berubah
Setelah kekalahan tersebut, publik Brazil sangat malu dan tidak ada aktivitas sama sekali serta penjualan surat kabar menurun drastis dan mengalami kerugian. Bangsa Brazil pun benar - benar malu akan kekalahan menyakitkan ini. Sampai masyarakat Brazil berbondong - bondong mengupload pertandingan tersebut ke salah satu situs po*no yaitu Po*n H*b. Mereka memasukkan video mereka ke kategori penghinaan umum, sehingga website tersebut sempat down akibat banyaknya video yang di upload serentak oleh publik Brazil. Selain masalah tersebut, publik Brazil sebenarnya tidak menginginkan akan adanya piala dunia, karena mengingat kondisi perekonomian Brazil yang sedang turun.

salah satu meme komik yang ada di dunia maya
Brazil pun sudah mengeluarkan milyaran dollar uang anggaran negara untuk membangun dan merenovasi 12 stadion yang akan dijadikan venue piala dunia. Dan ini membuat masyarakat Brazil terutama dari kalangan bawah sangat tidak setuju. Banyak demo dan protes dari masyarakat Brazil aka hal itu, belum lagi olimpiade Rio yang akan digelar 2 tahun lagi yaitu 2016 akan membuat perekonomian Brazil semakin terpuruk. Namun setelah berlangsungnya event tersebut ternyata membawa keuntungan finansial bagi para petinggi negara. Terlepas dari itu semua, gelaran piala dunia kali ini mungkin tidak akan pernah bisa hilang dari memori kita.

Bagaimana banyak sekali rekor serta kejutan yang tercipta dan sangat tidak mungkin dilupakan oleh pecinta sepak bola diseluruh dunia. Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat.